
Angin malam yang dingin terasa menerpa wajah, namun ini bukan angin sungguhan ini gadalah simulasi cuaca yang diatur sempurna oleh server Mount Bayang. Malam itu, 16 Januari 2026, ratusan avatar berpenampilan punk berkumpul untuk "Pembakarsalon". Sebagai sebuah acara musik alternatif virtual, festival ini punya aturan main yang unik: tidak ada tombol teleport atau fast-travel. Jika ingin bergabung dalam moshpit, setiap orang harus mendaki.

Dengan ransel di punggung, jaket kulit penuh paku, dan rambut mohawk yang menentang gravitasi digital, para pendaki punk ini merayap naik menyusuri tebing-tebing batu yang terjal. Semakin tinggi mereka memanjat, semakin keras distorsi gitar terdengar dari arah puncak, memacu adrenalin meski fisik asli mereka mungkin hanya duduk di kamar masing-masing.

Di puncak Gunung Bayang, langit malam yang di-render dengan warna ungu gelap diterangi oleh api unggun raksasa yang menyala buas. Tepat di sebelahnya, sebuah panggung batu telah berdiri kokoh, dipenuhi tumpukan amplifier raksasa yang siap meledakkan telinga.

Begitu BANDSATT naik ke panggung dan menghantam kord pertama mereka, tanah virtual di bawah kaki mulai bergetar. Distorsi itu segera disusul oleh raungan vokal dari EVA yang menggelegar ke seluruh penjuru peta. Kerumunan langsung pecah. Avatar-avatar saling berbenturan, melompat, dan berteriak dalam sebuah moshpit liar yang terprogram tanpa batas. Tidak ada memar atau luka fisik malam itu, namun semangat pemberontakan dan energi punk yang menyala di Pembakarsalon terasa benar-benar nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar