
Sahabat PembakarSalon, panaskan mesin dan siapkan ruang moshpit virtual kalian! Unit punk rock ugal-ugalan asal Pulau Dewata, ROGRAG, telah resmi mengamankan posisinya di line-up utama kita!
Dengan tempo cepat, lirik tanpa basa-basi yang menampar realita, dan energi Do It Yourself (DIY) murni, mereka siap mengacak-acak panggung alternatif kita. Mari kita rayakan distorsi yang tak pernah mati dan bersenang-senang bersama kawan-kawan dari Bali ini.

Rograg adalah unit punk rock asal Bali yang sudah konsisten membakar skena underground sejak tahun 2012. Secara musikalitas, mereka menawarkan tempo drum yang rapat, distorsi gitar yang kotor, racikan chord yang agresif, dan vokal yang meneriakkan kerasnya realita dengan sangat gamblang.
Berikut adalah detail lebih dalam mengenai pergerakan, diskografi, dan karakter band ini:
1. Pergerakan di Akar Rumput
* Eksistensi Panggung: Rograg tumbuh dan besar di ekosistem komunitas lokal. Mereka adalah langganan di berbagai gigs kolektif dan bar di Bali, seperti panggung The Lantry Bar di Denpasar, hingga pernah memanaskan Hard Rock Cafe Bali.

* Jejaring Komunitas: Dalam pergerakannya, mereka sering berbagi panggung dan bersolidaritas dengan band-band sidestream Bali lainnya seperti The Sneakers, Nirdon, dan Caneband. Ini membuktikan bahwa fondasi mereka sangat kuat dan lahir langsung dari pertemanan di akar rumput.
2. Diskografi Utama: Keadilan Tai Babi
Senjata utama Rograg terangkum solid dalam album penuh bertajuk "Keadilan Tai Babi". Materi-materi di album ini sudah sering dimainkan secara live dan digaungkan di YouTube sejak 2019, sebelum akhirnya didistribusikan secara resmi ke berbagai platform streaming digital pada pertengahan 2022.

Album ini berisikan 10 trek (dengan I Wayan Agus Muliawan tercatat sebagai penulis lirik) yang tidak punya waktu untuk berbasa-basi. Beberapa trek andalan mereka antara lain:
* Celana Robek: Menjadi lagu paling populer dengan jumlah streams tertinggi. Trek ini layaknya sebuah anthem tentang kebanggaan pada kebebasan dan identitas jalanan.
* Pelacur Tua & Buruh Bangunan: Dua trek yang secara telanjang dan jujur memotret realita pahit kehidupan, kesenjangan sosial, dan kerasnya nasib kelas pekerja.

* Legalkanlah Saja & Sirkus Politik: Tembakan langsung berupa sindiran tajam dan rasa muak terhadap sistem hukum serta pemerintahan yang bobrok.
* Malam Terakhir Di Bumi & Insomnia: Menyentuh sisi yang lebih personal terkait rasa frustrasi, kecemasan, dan kegelisahan anak muda.
* Diperkuat juga dengan trek-trek liar bernuansa kental punk lainnya seperti Hey Ho!!!, Sex & Drugs, Taxi, dan Tai Babi.
3. Karakter Lirik dan Semangat D.I.Y
Satu hal yang paling brilian dari karya-karya Rograg adalah keberanian mereka untuk membuang jauh-jauh bahasa puitis.

Mereka menyerap cerita-cerita riil dari tongkronganrasa duka dari kerasnya jalanan dan kebahagiaan dari kebersamaan lalu dimuntahkan begitu saja menjadi lirik yang berani.
Di bawah ini adalah tautan akun instagram resmi milik Rograg:
https://www.instagram.com/rograg_official?igsh=MWlidGtzNG1jb25scg==
Tidak ada komentar:
Posting Komentar